Showing posts with label Ilmu Arsitek. Show all posts
Showing posts with label Ilmu Arsitek. Show all posts

Monday, January 11, 2016

6 CARA MENDESAIN DENAH RUMAH SEDERHANA

Dalam mendesain rumah sederhana terlebih dahulu kita perdalam informasi dan referensi mengenai pembangunan rumah, apakah itu berupa tampilan bangunan, jenis material, harga material, dan bentuk dari rumah itu sendiri sehingga lebih memudahkan kita untuk memperkaya imajinasi kita dalam membangun rumah sederhana dan tidak menekan banyak biaya dalam proses pembangunan.

proses dalam pencarian informasi dan referensi dizaman sekarang ini sudah sangat dimudahkan denga bantuan teknologi baik itu berasal dari kamera atau media internet. akan lebih baik saya sarankan jika anda sedang berjalan-jalan dan menemukan tampilan rumah yang bagus bisa anda memotret bangunan tsb. sebagai bahan anda mendesai karena anda akan lebih mendetail material apa yang digunakan pada bangunan tsb agar kelihatan indah atau bisa juga anda tanyakan pada Google.

setelah anda memperoleh informasi dan referensi yang dicari maka segera anda mendesain dengan 6 Cara Mendesain Denah Rumah Sederhana yang saya jelaskan dibawah ini :


  1. TENTUKAN PROGRAM RUANG
    Prorgam ruang ini dibutuhkan untuk mencatat apa saja yang dibutuhkan dalam tahapan mendesain, program ruang berisi daftar Civitas, Ruang dan Besaran ruang yang dibutuhkan.

  2. ATUR POLA & BENTUK RUANG
    • Pola Ruang
      Pada tahap ini agar memudahkan untuk mengatur ruangan bisa anda menggunakan cara seperti bermain Puzle, pada cara ini anda akan mengatur pola yang anda sukai untuk menjadi suatu bentuk yang optimal sesuai dengan ukuran tanah yang anda miliki. caranya silahkan anda menggunting kertas yang sudah diwarnakai sesuai dengan ukuran bentuk ruang yang ada pada program ruang, akan lebih mudah jika menggunakan Skala (Scale) 1:100. artinya adalah 1 = 1cm pada penggaris berarti 100cm pada ukuran ruangan. misalnya anda garis pada kertas dengan ukuran 3cm x 3cm artinya pada ruangan yang akan di bangun menjadi 3m x 3m

  3. TENTUKAN ALUR SIRKULASI
  4. SAJIKAN DALAM BENTUK DENAH PADA KERTAS HVS
  5. TENTUKAN SISTEM PLUMBING (jalur air bersih & air Kotor)
    cara ini sangat efektif karena dari kebanyakan orang lebih terfokus untuk mendesain rumah tanpa memikirkan sistem plumbing yang berakibat banyak sambungan pada pipa yang beresiko kebocoran atau tersumbat
  6. FINISHING DESAIN DENGAN TAMAN
Setelah anda menyelesaikan 6 cara diatas dengan benar maka anda akan memperoleh 2 hasil akhir desain yaitu desain denah rumah & desain sistem plumbing. saran saya di akhir penjelasan ini anda harus benar-benar mempertimbangkan Bentuk, Pola dan Ukuran ruangan karena jika terjadi sala perhitungan kecil saja bisa berakibat tidak optimal desain anda dan berdampak sangat besar karena rumah anda yang akan dihuni akan digunakan selamanya.

SELAMAT MENCOBA.....!!!!!

Sunday, January 10, 2016

APA ITU RUANG?? DALAM SUDUT PANDANG ARSITEKTUR

Ruang merupakan salah satu Element penting dalam dunia Arsitektur, Secara harfiah, ruang (space) berasal dari bahasa Latin, yaitu spatium yang berarti ruangan atau luas (extent). Jika dilihat dalam bahasa Yunani dapat diartikan sebagai tempat (topos) atau lokasi (choros) yaitu ruang yang memiliki ekspresi kualitas tiga dimensi.

Ruang memiliki banyak pengertian dan makna yang luas, berikut beberapa pendapat mengenai pengertian Ruang :

  1. Menurut Aristoteles
    Ruang adalah suatu yang terukur dan terlihat, dibatasi oleh kejelasan fisik, enclosure yang terlihat sehingga dapat dipahami keberadaanya dengan jelas dan mudah.
  2. Menurut Plato
    Ruang adalah sesuatu yang dapat terlihat dan terab, mejadi teraba karena memiki karakter yang jelas berbeda dengan semua unsur lainnya. Plato menginginkan : kini, segala sesuatunya harus berwadaq, kasat mata, dan teraba.
  3. Menurut Lao Tzu
    Ruang adalah ” kekosongan ” yang ada di sekitar kita maupun disekitar obtek atau benda. Ruang yang ada di dalamnya lebih hakiki ketimbang materialnya/masannya. Kekosongan yang terbingkaikan adalah sebagai transisi yang memisahkan arsitektur dengan fundamental, ada Tiga Tahapan hirarki ruang :
    1. ruang adalah hasil serangkaian secara tektonik
    2. ruang yang dilingkupi bentuk
    3. ruang peralihan yang membentuk suatu hubungan antara dunia di dalam dan dunia di luar.
  4. Menurut Josef Prijotomo
    Ruang adalah bagian dari bangunan yang berupa rongga, sela yang terletak diantara dua objek dan alam terbuka yang mengelilingi dan melingkupi kita. Tidak terlihat hanya dapat dirasakan oleh pendengaran, penciuman dan perabaan.
Element-element pembentuk ruang


Saturday, August 8, 2015

Persyaratan Teknis Sarana Rumah Sakit

  1. Atap
    Struktur atap harus kuat, tidak bocor, tidak menjadi tempat untuk perkembang biakang serangga, tikus dan binatang lainnya.
    • Persyarata Atap
      1. 1. Penutup atap dari bahan beton dilapisi dengan lapisan tahan air (Waterproofing).
      2. Penutup atap bila menggunakan keramik, atau genteng tanah liat (pletong), pemasangannya harus dengan sudut kemiringan dengan ketentuan yang berlaku

    • Langit-Langit (Plafon)
      1. Harus Kuat secara struktur dab mudah dibersihkan
      2. Tinggi plafon ruangan, minimal 2.70m dan tinggi di selasar (Koridor) minimal 2.40m.
      3. Plafon kemungkinan dari bahan kedap suara.
    • Dinding dan Partisi

      1. Penutup atap bila menggunakan keramik, atau genteng tanah liat (pletong), pemasangannya harus dengan sudut kemiringan dengan ketentuan yang berlaku. 

Wednesday, July 22, 2015

Prinsip-Prinsip Perencanaan Bangunan Rumah Sakit

Perencanaan Rumah Sakit (RS) ada berbagai peraturan didalamnya yang mengatur rancangan RS agar tidak menyalahi aturan dan kaidah bangunan dalam bidang kesehatan, baik itu bersifat Persyaratan Teknis RS tersebut atau dari Regulasi yang dibuat oleh Pemerinah. Terdapat beberapa prinsip yang mengatur hal tersebut. 

  1.  Prinsip umum Perencanaan RS.
    • Perlindungan terhadap Pasien. Hal ini merupakan hal yang harus diprioritaskan sebab terlalu banyak lalu lintas pada RS bisa sangat menggangu pasien, jaminan untuk terhindar dari infeksi harus dipertimbangkan khususnya pasien bedah dimana kondistapi penggunaan AC tersebuti bersih sangat penting oleh karena itu konsisi bersih pada RS merupakan syarat utama pada RS.
    • Membedakan jenis aktifitas antara medis dan non medis, pekerjaan bersih dan kotor, perbedaan type pasien dan penanganannya (rawat inap, rawat jalan, dan penderita khusus) serta perbedaan alur lalu lintas (dokter, perawat, staf administrasi, pasien rawat inap, rawat jalan, dan alur untuk menuju ke kamar mayat).
    • Merencanakan alur lalu lintas yang pendek,  Hal ini sangat pembantu karena alur yang pendek dapat membuat semua aktifitas bisa lebih cepat, karena jenis kegiatan yang berlangsung di RS memerlukan kecepatan dalam beraktifitas untuk menyelamatkan dan menyembuhkan pasien.
    • Sistem penanda (Sign Board), juga sangat membantu untuk mempercepat alur kegiatan yang berlangsung, hal ini dikarenakan luasnya bangunan rumah sakit dan banyaknya ruangan-ruangan maka akan lebih memudahkan pasien, pengunjung serta petugas medis untuk mengetahui arah yang akan dilalui.
    • Tata Letak Pos Perawat, juga merupakan suatu keharusan dalam perencanaan karena Pos ini merupakan pusat dari informasi yang dibutuhkan oleh para pengunjung dan pasien, pos ini juga berfungsi sebagai keamanan di dalam ruangan rumah sakit, membantu segala keperlian terdesak pasien jika terjadi hal yang tiba-tiba pada pasien.

    2. Prinsip Khusus Perencanaan RS
    • Optimalkan Cross ventilasi, dan pencahayaan. karena pada rumah sakit sangat membutuhkan udara alami, banyak bukaan pada ruangan sangat membantu untuk keluar masuknya udara segar. penggunaan AC pada rumah sakit bisa saja digunakan akan tetapi AC tersebut diletakaan sesuai kebutuhan dan pada ruangan tertentu.
    • Jendela harus dilengkapi dengan kawat kasa sehingga bisa menyulitkan nyamuk dan lalat  atau serangga lainnya yang akan masuk pada ruangan.
    • RS minimal mampunyai 3 akses atau pintu masuk pada site yang terdiri dari pintu masuk utama, pintu masuk Unit Gawat Darurat UGD dan pintu masuk layanan ke area service.
    • Pintu masuk pada bangunan harus mempertimbangkan kebutuhan dari aktifitas dan kegiatan yang berlangsung, pemisahan pintu tersebut bertujuan agar tidak adanya saling bertabrakan di sirkulasi, menjaga kebersihan alur yang dilalui (yang tidak dilalui oleh petugas kebersihan sehingga tidak akan menimbulkan bau) dan mempertimbangkan psikologis pasien yang sakit apa bila melihat mayit dikeluarkan ke Ambulance. oleh sebab itu harus memisahkan Pintu Utama untuk pasien Umum dan Khusus (Pasien Rawai Inap), Side entrance untuk pengunjung (Kerabat Pasien) yang akan ke kamar rawat inap, pintu Service dan alur mayit yang akan keluar ke pintu untuk menuju ambulance.
    • Pintu Service sebaiknya berdekata dengan gudang penyimpanan, Loundry dan dapur. pada area ini akan lebih baik disiapkan alur tersendiri dari site ke bangunan. tersedianya tempat penampungan limbah (Sampah), ruang untuk menurunkan muatan (peralatan medis dan non medis), dan alur menuju lift barang. 
    • lobby harus terlihat lebih menarik sehingga pengunjung bisa lebih cepat mengetahui letak pintu masuk utama



    Sumber :
    1. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 36 Tahun 2005, tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-undang Nomor 28 Tahun 2002, tentang Bangunan Gedung.
    2. Keputusan Mentri kesehatan Republik Indonesia No. 1204/Menkes/SKX/2004 Tentang Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit